bahankeluar dari nukleus masuk sitoplasma, atau yang masuk ke dalamnya. Nukleus mengendalikan sel serta semua kegiatannya, nukleus terdiri atas bagian kromatin DNA, RNA dan protein. Tanpa nukleus sel akan mati. Kebanyakan sel memiliki satu nukleus, namun ada pula yang memiliki banyak nukleus, contohnya sel otot rangka, dan ada pula yang tidak Setiapmateri genetik tersusun oleh komponan penting, yang berfungsi dalam pewarisan sifat dan ekspresi genetik. Berikut dibawah ini, ada beberapa komponen penyusun materi genetik, diantaranya yaitu: 1. Kromosom. Kromosom tersusun atas protein dan asam nukleat. Ada 2 jenis asam nukleat yaitu DNA dan RNA. Iniberisi urutan pengkodean serta urutan non-pengkodean. Selain itu, urutan pengkodean mengandung informasi genetik untuk menghasilkan protein. Fragmen-fragmen spesifik dari DNA ini adalah unit fungsional genom kita dan mereka adalah gen. ISI. 1. Gambaran Umum dan Perbedaan Utama 2. Apa itu Gen 3. Apa itu DNA 4. Kesamaan Antara Gen dan DNA 5. 3) rna mengandung basa adenine, guanine, dan sitosin seperti dna tetapi rna tidak mengandung timin, bukan rna yang mengandung urasil. Dna berbentuk rantai panjang, ganda, dan berpilin (double helix), sedangkan rna berbentuk rantai pendek, tunggal, dan tidak berpilin. PPT BAB III. SUBSTANSI PowerPoint Presentation Perbedaan antara mrna trna dan Membranbagian dalam memiliki luas permukaan yang besar, yang meningkatkan produktivitas respirasi sel. Bagian dalam matriks mengandung banyak ribosom, protein, RNA dan DNA. Oleh karena itu, selain nukleus atau nukleus dan retikulum endoplasma, mitokondria ini merupakan salah satu organel sel yang dapat mensintesis protein. 1103/2022. Soal Pengantar Materi Genetik (Gen, DNA, Kromosom) – Halo sobat Dinas.id, inilah rekomendasi contoh soal Modul Biologi Kelas XII KD 3.3 SMA Ujian Akhir Semester (UAS), soal Biologi Ujian Tengah Semester (UTS) genap, ganjil, gasal. Yuk, pelajari kumpulan contoh soal-soal sesuai kisi-kisi yang sering muncul tentang materi Pengantar Organelini mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan bentuk molekulpanjang yang membentuk kromosom bersama dengan beragam jenis protein seperti histon. Gen di dalam kromosom-kromosom inilah yang membentuk genom inti sel. Fungsi utama nukleus adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel Meskipunpertama kali ditemukan dalam nukleus dari eukariotik sel, molekul ini sekarang dikenal dapat ditemukan di semua bentuk kehidupan. Semua sel hidup mengandung DNA dan RNA (kecuali beberapa sel seperti sel-sel darah merah yang matang), sedangkan virus mengandung baik DNA atau RNA, tetapi biasanya tidak keduanya. Nukleusini umumnya paling mencolok pada sel eukariotik. Rata-rata diameternya 5 Β΅m. Nukleus memiliki membran yang menyelubunginya yang disebut membran atau selubung inti. Membran ini memisahkan isi nukleus dengan sitoplasma. Nukleus di batasi oleh sepasang membran. Selubung yang terbentuk itu tidak sinambung, tetapi mengandung pori – pori. ApaSajakah Bagian-bagian nukleus sel dan fungsinya. Inti sel atau nukleus adalah organel yang ditemukan pada sel eukariotik. Organel ini mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan bentuk molekul DNA linier panjang yang membentuk kromosom bersama dengan beragam jenis protein. Gen di dalam kromosom-kromosom inilah yang membentuk Sebagaiorganel yang mengandung materi genetik sel, nukleus dapat digambarkan sebagai pusat komando. Nukleus ini merupakan struktur untuk mengendalikan pertumbuhan dan reproduksi sel. Pada organel inilah terkandung sebagian besar dari materi genetik sel dan membentuknya menjadi molekul DNA linier panjang serta membentuk Apaperbedaan antara DNA dan RNA? Banyak dari kita pernah mendengar istilah DNA dan RNA tetapi gagal memahami perbedaan mendasar antara keduanya dan mengapa keduanya sangat penting bagi tubuh kita. Molekul DNA terdiri dari sekitar 3 miliar pasangan basa, yang dikenal sebagai bahan penyusun DNA. DNA ditemukan di hampir setiap sel dalam tubuh Merekatidak memiliki nukleus tetapi memiliki informasi genetik sel dalam bentuk DNA standar ganda linier tanpa nukleus. Tidak seperti materi genetik eukariotik, sel bakteri memiliki beberapa nukleoid, sementara beberapa bakteri memiliki lebih dari empat nukleoid. Bakteri memiliki DNA dan RNA tetapi ada di area nukleoid. 5Proses pada Tahapan Sintesis Protein (Transkripsi dan Translasi) Sintesis protein adalah proses pembentukan molekul protein dengan melibatkan sintesis asam amino yang diatur oleh DNA dan RNA. Ada dua tahapan yang terjadi proses sintesis protein yaitu transkripsi dan translasi. Pada tahap translasi terdiri tiga proses yaitu inisiasi (permulaan DNApada makhluk hidup dapat ditemukan pada inti sel (nukleus), mitokondria, dan klorofil. Pada manusia, DNA ditemukan pada inti sel dan mitokondria.6,14 DNA pada nukleus berbentuk linear dan memiliki jumlah pasang basa sekitar tiga milyar, sedangkan DNA yang berada di mitokondria (mtDNA) KJsv. Jakarta - Nukleus atau biasa disebut dengan inti sel adalah organel inti dan terbesar dalam sebuah sel. Kata nukleus ini berasal dari bahasa latin yang memiliki arti karnel atau nukleus sendiri yaitu kasar dan bulat, kemudian pada sel hewan terletaknya di bagian tengah sel. Diameter nukleus hanya sebesar 10 disebut sebagai pusat perintah atau yang mengatur segala aktivitas sel-sel lainnya. Selain itu, nukleus mengandung Deoxyribonucleic Acid atau biasa kita sebut sebagai buku Dasar Dasar Mikrobiologi dan Penerapannya karya Dharma Gyta Sari Harahap dkk, nukleus terdiri dari beberapa struktur diantaranya1. Membran IntiMembran inti adalah selaput pembungkus nukleus yang melapisi inti sel. Bagian sel ini memiliki fungsi sebagai pelindung serta pemisah dari organel inti memiliki pori pori yang berfungsi sebagai tempat keluar masuknya NukleolusNukleolus kerap disebut sebagai anak inti. Fungsi dari nukleolus ini yaitu sebagai tempat memproduksi ribosom yang tugasnya memproduksi protein dalam nukleolus sendiri bulat, padat serta berwarna gelap. Nukleolus tidak memiliki selaput pelindung di bagian NukleoplasmaNukleoplasma terdiri dari protein, enzim, air, ion dan asam inti. Dalam nukleoplasma bersifat gel, terdapat kromatin atau benang benang penyerap warna ya memiliki peran oenting pada proses pembelahan adalah cairan kental dalam nukleus. Fungsinya sendiri untuk mengolah berbagai mengetahui struktur nukleus berdasarkan fungsi dari tiap-tiap bagiannya, lantas apa fungsi nukleus itu sendiri?1. Penyimpanan Informasi GenetikFungsi yang pertama yaitu untuk menyimpan informasi genetik. Hal ini disebabkan membran inti yang ada pada nukleus dapat mempertahankan DNA yang ada di Sebagai Pengontrol Pertumbuhan SelSelain mengontrol aktivitas sel sel lain, nukleus juga bertugas sebagai pengatur pertumbuhan sel di dalam Tempat Replikasi dan TranskripsiMaksudnya, nukleus merupakan tempat DNA melakukan replikasi. Setelah DNA tersebut menjalani proses replikasi, akan terjadi proses Sebagai Pengendali MetabolismeNukleus juga memiliki fungsi untuk mengendalikan metabolisme. Pengendalian metabolisme ini terjadi karena adanya proses yang menghasilkan beberapa struktur nukleus beserta fungsinya. Semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan serta pengetahuan detikers terkait sel. Simak Video "Serangan Zombie!" [GambasVideo 20detik] lus/lus DNA alias deoxyribonucleic acid adalah molekul yang mengandung instruksi atau informasi yang dibutuhkan oleh makhluk hidup untuk berkembang, hidup, dan bereproduksi. Instruksi tersebut ditemukan di setiap sel dan akan diturunkan dari orang tua ke anaknya. Itulah alasannya, tes DNA bisa mengetahui hubungan biologis antara dua manusia, sebab jika keduanya adalah keluarga, maka DNA alias informasi genetiknya, sama. Tes DNA juga bisa mengungkap apakah orang tersebut berisiko mendapat penyakit genetik atau tidak. DNA sendiri sudah ditemukan sejak 1869 oleh ahli biokimia Jerman bernama Frederich Meischer. Hanya saja, bertahun-tahun sejak penemuan tersebut, para ahli belum menyadari pentingnya DNA. Baru pada 1953, molekul ini disadari sebagai pembawa banyak informasi biologi dari pemiliknya. Begini struktur DNA yang ada dalam sel manusia DNA terbuat dari molekul yang dinamakan nukleotida. Setiap nukleotida ini mengandung tiga hal, yaitu Molekul fosfat Molekul gula deoksiribosa Basa nitrogen Sementara itu basa nitrogen yang ada pada DNA, terdiri atas empat bagian, yaitu Adenin A Sitosin C Guanine G Timin T Nukelotida-nukelotida ini kemudian akan menyatu, membentuk dua rantai panjang yang melengkung dan membentu struktur yang disebut sebagai spiral ganda atau double helix. Struktur double helix ini adalag molekul yang mengandung gen manusia, yang biasa kita lihat pada gambaran struktur DNA. Penemuan struktur double helix DNA itu sendiri pertama kali terjadi pada tanggal 28 Februari 1953, oleh ilmuwan Universitas Cambridge Francis Crick dan James D. Watson. Struktur heliks ganda sekilas terlihat seperti tangga. Jika diibaratkan seperti itu, maka molekukl gula dan fosfat adalah bagian pinggir tangga, sementara basa nitrogennya, ada di tengah, bertindak sebagai anak tangga. Basa nitrogen, sebagai 'anak tangga' DNA, tersusun berpasangan. Adenin berpasangan dengan Timin A-T, dan Guanin berpasangan dengan Sitosin G-C. Inilah yang disebut kode genetik. Kode ini merupakan petunjuk kehidupan dalam tubuh seseorang. Gambar Struktur DNA double helix Fungsi DNA adalah menjaga kelangsungan kehidupan DNA memiliki fungsi yang krusial bagi tubuh manusia. Molekul ini berisikan berbagai perintah yang diperlukan oleh sebuah organisme seperti manusia, tumbuhan, atau burung. Instruksi untuk tumbuh, berkembang, dan bereproduksi disimpan dalam urutan pasangan basa nukleotida. Sel dalam tubuh akan membaca kode lalu akan di proses dan hasilnya berupa protein yang berperan penting dalam pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Urutan DNA yang berisi informasi untuk membuat protein ini biasa disebut dengan gen. Dalam protein juga terdapat berbagai kombinasi asam amino. Protein ini harus ditempatkan bersama dan dalam urutan yang tepat. Hasilnya berupa struktur serta fungsi yang unik di dalam tubuh tiap organisme. Kelainan DNA adalah kondisi yang mungkin terjadi Ada lebih dari penyakit yang disebabkan oleh mutasi genetik. Tapi, mutasi ini tidak selamanya pasti menyebabkan penyakit. Pada dasarnya, semua orang mungkin memiliki lima hingga 10 gen yang telah mengalami mutasi di setiap sel tubuhnya. Mutasi akan memunculkan masalah jika menimpa gen dominan atau menerpa sepasang salinan gen yang resesif. Masalah juga bisa muncul apabila beberapa gen dengan varian berbeda, berinteraksi satu sama lain atau dengan lingkungan. Interaksi inilah yang dapat meningkatkan risiko penyakit tertentu. Beberapa penyakit yang bisa terjadi ketika ada mutasi gen yang dominan antara lain Achondroplasia Penyakit Huntington Sindrom Marfan Sementara penyakit yang bisa terjadi akibat perubahan gen yang bersifat resesif meliputi Fibrosis kistik Anemia sel sabit Penyakit Tay-Sachs Lalu mutasi gen resesif pada kromosom X bisa menyebabkan sederet penyakit di bawah ini Hemofilia Buta warna Baca JugaProsopagnosia Penyakit Kebutaan Wajah Langka yang Dialami Brad PittHanya Dialami Perempuan, Apa Itu Sindrom Turner?Mengenal Perbedaan Jenis Hemofilia A, B, C, dan Cara Mencegahnya Lakukan ini bila Anda merasa memiliki kekhawatiran Jika yang terjadi adalah sel memiliki terlalu banyak atau terlalu sedikit kromosom, salah satu akibatnya bisa berupa sindrom Down. Kondisi ini disebabkan karena adanya penambahan kromosom 21. Bagi orang yang khawatir bahwa dirinya membawa gen tertentu carrier dan berpotensi menyebabkan atau meningkatkan risiko mutasi genetik dan penyakit tertentu, ia dianjurkan untuk menjalani tes DNA. Melalui tes DNA, risiko penyakit yang diwariskan pada keturunannya bisa terdeteksi. Ibu hamil juga dapat melakukan tes yang sama untuk mengetahui apakah janinnya berisiko kelainan genetik tertentu. Meski masih dalam penelitian, terapi gen bisa juga menjadi pilihan. Terapi ini dilakukan dengan memberikan gen sehat untuk menggantikan gen yang rusak. Harapannya, gen yang sehat akan mengambil alih, sehingga dapat berfungsi dengan normal. Meski begitu, terapi gen masih menyisakan beragam pertanyaan. Para ilmuwan belum mengetahui secara rinci mengenai proses tiap gen dalam tubuh. Bagaimana cara menempatkan gen sehat tanpa mengganggu gen lain juga belum terungkap dengan akurat. Jika penelitian tentang terapi gen dapat menghasilkan temuan baru dan bisa dipraktikkan, tentu akan banyak orang dengan mutasi genetik yang terbantu. Bagi pengidap penyakit genetik, prosedur ini bisa menjadi jawaban agar mereka bisa hidup lebih baik dan lebih sehat. Mempelajari DNA adalah perjalanan panjang bagi umat manusia. Namun hingga kini, hanya sekitar tiga persen gen dari DNA yag baru bisa dipahami dengan baik. Sementara 97 persen lainnya masih belum dapat diketahui secara mendalam. Penasaran dengan DNA dan molekul pembentuk tubuh lainnya? Anda bisa konsultasi langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play. DNA dan RNA Pengertian, Karakteristik, Perbedaan dan Pembahasan Prosesnya – Apa pengertian dan perbedaan dari DNA dan RNA? Pada kesempatan ini akan membahasnya dan tentunya hal-hal lain yang juga melingkupinya. Mari kita simak bersama pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya. DNA Deoxyribonucleic Acid atau asam deoksiribosa nukleat ADN yaitu sejenis biomolekul yang menyimpan instruksi – instruksi genetik setiap organisme dan banyak jenis virus berupa asam nukleat yang didalamnya ada sel makhluk RNA Ribonucleic Acid atau asam ribonukleat yaitu molekul polimer yang terlibat dalam berbagai peran biologis dalam dekode, mengkode, regulasi, dan ekspresi gen. Struktur DNA DNA merupakan materi genetik yang terdapat pada semua sel makhluk hidup dan kebanyakan membawa informasi yang diperlukan untuk sintesis protein dan replikasi. Struktur DNA rantai helix ganda double helix.Setiap rantai adalah polinukleotida, dan terdiri atas nukleotida, masing-masing dari nukleotida tersusun atas tiga unit yaitu gula, basa dan dalam nukleotida terdapat nukleosida, yakni gula yang berpasangan dengan basa. Setiap nukleotida dalam polinukleotida dihubungkan dengan ikatan kimia yang sama ikatan basa. Struktur nukleotida terdiri dari. Satu molekul gula Ada dua macam gula, yaitu ribosa pentosa dan dioxiribosa aldopentosa Pasangan basa Pasangan basa terdiri dari dua macam yaitu basa purin dan pirimidin. Purin terdiri atas adenine A dan guanine G dengan ikatan tunggal hydrogen. Sedangkan, pirimidin terdiri atas sitosinin S dan timin T. Pasangan basa dihubungkan dengan ikatan hidrogen, purin berpasangan dengan primidin A-T dengan dua ikatan hydrogen sedangkan G-S dengan tiga ikatan hidrogen. Fosfat Fosfat yang dihubungkan dengan gula pentosa membentuk sebuah ikatan yang disebut ikatan fosfodiester. Karakteristik DNA DNA memiliki struktur seperti rantai, dengan rantai helix ganda double helix yang memilin yang dapat bereplikasi sendiri. Selain itu, terdapat karakteristik DNA yang lain diantaranya Besar ukuran pada sel haploid mencapai 3x 10 9 pasangan basa Satu kromosom panjangnya Β± 7 cm Rantainya dapat terpisah denaturasi karena alkali dan suhu panas Denaturasi dapat terjadi saat DNA berada dalam kondisi panas mendekati 1000 celcius maka akan terpisah, terlebih DNA dengan pasangan basa A-T yang hanya memilki dua ikatan hidrogen, karena pasangan basa G-C memliki 3 pasangan hydrogen akan lebih tahan terhadap panas. Dan dapat mengalami Renaturasi saat kembali dalam kondisi semua suhu turun, dengan RNA yang utuh bertemu kembali dengna pasangannya yang sesuai. Berfungsi sebagai materi genetik pembawa sifat DNA sebagai materi genetik, berfungsi dalam pengekspresian gen,DNA mengatur segala aktivitas sel,dan mampu membentuk cetakan-cetakan protein yang dibutuhkan oleh sel. Bereplikasi/menggandakan diri menjadi dua dengan komposisi yang samaberfungsi dalam sintesis protein. Replikasi DNA Perlu diketahui Replikasi DNA bersifat semikonservatif, yaitu kedua untai DNA bertindak sebagai cekatan untuk pembuatan untai-untai DNA baru. Kemudian juga merupakan proses persiapan materi genetik untuk melakukan pembelahan reproduksi. Sel prokariota terus-menerus melakukan replikasi DNA. Pada eukariota, waktu terjadinya replikasi DNA sangatlah diatur, yaitu pada fase daur sel, sebelum mitosisatau meiosisi. Kecepatan replikasi organisme eukariotik 10 kali lebih lama dari prokariotik dikarenakan ribosom pada sel eukariotik berada di luar nucleus, sehingga mRNA harus melewati membrane nucleus. Sedangkan, replikasi genom manusia membutuhkan waktu 8 bersifat semi konservatif dan tejadi dalam dua arah didirection, yang arah sintesanya dari 5 ke 3. Berikut tahapan terjadinya replikasi DNA Tahapan Replikasi DNA Tahapan Inisiasi Pembukaan Rantai Double Helix dengan bantuan DNA mengubah ATP menjadi ADP sebagai energy untuk membuka dan memperpanjang cabang rantai DNA yang helikase, merupakan protein yang membantu tahap replikasi DNA, terdiri dari Helikase II / III, yang melekatkan cetakan yang rantai tertinggal 3-5’ menjadi arah 5-3’ Rep protein, yang mengikat rantai pertama yang sedang disintesis dan diubah arahnya manjadi 3-5’ DNA mulai direplikasi oleh DNA Polimerase III Di bantu dengan topoisomerase DNA girase yang mengurangi tegangan untai DNA, setelah itu untaian DNA tunggal dilekati oleh protein-protein pengikat untaian tunggal untukmencegah terbentuknya heliks ganda kembali. Rantai DNA diperpanjang hingga membentuk untaian tunggal DNA baru Leading strand untaian baru dengan arah yang benar dari 5-3’ Lagging strand untaian baru yang arahnya dari 3-5’ sehingga mengalami retakan-retakan pada untaiannya RNA primer memiliki enzim primase untuk melekatkan RNA primer, enzim primase mampu membentuk fragmen-fragmen Okazaki. RNA primers memulai mensintesis DNA hanya sekali pada leading strand, sedangkan pada lagging strand dimulai pada setiap fragmen okazaki. Enzim primase dapat bergabung dengan polipeptida lainnya dan pada saat itu primosome aktif, primosome mengubah arah sintesa dari 3-5’ menjadi 5-3’, primosome hanya akan muncul pada saat RNA primer lepas. RNA primers lepas kemudian, kemudian diambil alih oleh DNA polymerase I untuk disintesis hingga mendekati bagian-bagian fragmen okazaki yang mendahuluinya, kemudian diubah arah sintesa menjadi 5-3’ Fragmen-fragmen okazaki yang berdekatan digabungkan oleh DNA ligase Hipotesis Replikasi DNA Ada tiga hipotesis tentang replikasi DNA yang menjelaskan bagaimana pita double helix DNA membuat salinannya pada proses replikasi DNA, yaitu sebagai berikut Yang pertama Hipotesis konservatif, pita double helix DNA membentuk pita baru dalam keadaan utuh Kemudian Hipotesis semi konservatif, pita double helix DNA terbuka kemudian masing-masing membentuk pita baru sebagai pelengkapnya Lalu Hipotesis dispersal, campuran antara potongan pita double helix DNA yang lama dengan yang baru dibentuk DNA Repair DNA Repair merupakan proses perbaikan DNA yang mengalami kerusakan, diantaranya karena Modifikasi basa perubahan kimia, kehilangan basa, ikatan kovalen antar basa yang berdekatan Gagalnya transkripsi dan translasi DNA Kerusakan DNA parah DNA putus DNA repair dikelompokkan dalam 3 cara, yaitu Damage Revesal, langsung digantikan Merupakan cara termudah karena tidak perlu dilakukan pemotongan DNA, hanya perlu diganti saja. Damage Removal, dihilangkan Lebih rumit karena harus melakukan pemotongan untuk mengganti, dan terbagi menjadi Base excision repair dengan hanya mengganti satu basa yang rusak dan diganti dengan yang lain. Mismatch repair dengan penggantian basa yang tidak sesuai yang dilakukan dengan enzim. Nucleotide excision repair dengan cara memotong salah satu segmen DNA yang mengalami kerusakan. Damage Tolerance, mentoleransi kesalahan, terbagi menjadi, Homolongous recombination HR, menggunakan sister kromatid untuk memperbaiki kerusakan tanpa delesi. Non homologous end joining NHEJ, bila putusnya tidak sama makan akan diratakan dulu dengan eksonukleuse, kemudian ada enzim tertentu yang bekerja dan akan menggabungkan dengan delesi. Struktur RNA RNA merupakan makromolekul, yang berfungsi sebagai penyimpan dan penyalur informasi genetik yang hanya terdapat pada virus tertentu. RNA merupakan rantai tunggal polinukleotida atau disebut juga single helix. Setiap ribonukleotida terdiri dari tiga gugus molekul yaitu 5 karbon, basa nitrogen dan gugus fosfat. Berbeda dengan DNA, pasangan basa pirimidin RNA terdiri dari sitosin S dan urasil U. Pasangan basa purin terdiri dari adenin A dan timin T. Tipe RNA Ada tiga tipe RNA yang akan dibentuk pada saat diperlukan dalam proses sintesis protein, diantaranya RNA ribosom RNAr. RNAr dicetak oleh DNA di dalam nukleus. RNAr merupakan komponen struktural yang utama di dalam ribosom yang disusun menjadi subunit, berfungsi membantu penempelan antara kodon dan antikodon dalam ribosom. RNA transfer RNAt. RNAt memiliki tiga rangkaian basa pendek pada salah satu ujungnya yang disebut antikodon, yang berfungsi membawa asam amino spesifik dari sitoplasma yang berguna dalam sintesis protein yaitu pengurutan asam amino sesuai urutan kodonnya pada RNAd. RNA massenger RNAm, disebut juga RNA duta RNAd. RNAd merupakan kode genetik kodon dari kromosom inti ke ribosom. Kode genetik RNAd tersebut kemudian menjadi cetakan untuk menentukan urutan asam amino pada rantai polipeptida. Sintesis Protein Protein merupakan komponen organik terbesar pada sel-sel tubuh kita 10-15%. Protein sel merupakan penanda untuk penyakit-penyakit metabolik tertentu. Oleh karena ituprotein berperan penting dalam metabolisme sel. Enzim-enzim,vitamin,zat regulator,hormon-hormon tertentu juga merupakan protein. Sintesa Protein pada Prokariotik – Eukariotik Sintesa protein merupakan suatu proses yang dinamis, dapat berubah-ubah tergantung lingkungan. Terdapat perbedaan proses sintesa protein pada sel prokariotik dan eukariotik DNA di sitoplasma, yaitu Prokariotik DNA di sitoplasma Proses transkripsi dan translasi terjadi di sitoplasma Produk RNA primer hasil transkripsi DNA dapat langsung berfungsi Eukariotik DNA di dalam inti Proses transkripsi terjadi dalam inti sementara translasi di ribosom RNA primer harus mengalami proses maturasi terlebih dahulu untuk menjadi RNA fungsional. Pada sel eukariot proses transkripsi maupun maturasi RNA primer ini terjadi didalam inti sel. Maturasi berupa proses Capping pembuatan tudung pada ujung 5’ dengan 7-metil-guanosin. Selain Capping; terjadi pula penambahan ekor poliadenilat pada ujung 3’. Jumlah penambahan poli A bervariasi dari 100-200 basa nitrogen. Selanjutnya RNA primer mengalami splicing pemotongan/penipisan intron oleh SnRNA dan HnRN Protein dengan ribosom, yaitu suatu ribonukleat enzim sebagai suatu katalisator. Pada saat terjadi splicing RNA, terbentuk struktur seperti kait. Setelah selesai proses ini, maka RNA primer sudah menjadi fungsional menjadi maturasi m-RNA. Fase selanjutnya adalah transportasi RNA mature ini melalui membran inti menuju ribosom di sitoplasma. Tahapan Sintesa Protein Sintesa protein terjadi dalam dua tahap, yaitu transkripsi dan translasi. Transkripsi Pada tahap ini kodon-kodon pada potongan benang DNA disalin ke RNA. m-RNA berfungsi sebagai pembawa pesan antara DNA dan protein yang nantinya bersintesis. Proses ini berlangsung dalam suatu sistem transkripsi disebut sistron. Arah penyalinan kodon-kodon dari ujung 5’ ke 3’ Dimulai dari tempat inisiasi AUG ke tempat terminasi UAG,UAA,UGA RNA Polimerase menempel pada promoter di rantai DNA danmemisahkan kedua rantai pita DNA. Rantai nukleotida RNA bebas berpindah dan ikatan hidrogen melengkapi basa pada rantai DNA. RNA Polimerase berkaitan ke rantai nukleotida RNA pada arah 5’ ke 3’. Rantai RNA yang sudah dibentuk melepaskan diri dari rantai DNA. RNAm ditransportasikan ke retikulum endoplasma. Kemudian ribosom membaca sekuens RNAm. Untuk mengubah RNAm kedalam bentuk protein digunakan RNAt untuk membaca sekuens RNAm. Sekali baca ditranslasikan 3 nukleotida menjadi satu asam amino. Syarat terjadinya transkripsi adalah adanya interaksi antara promotor dengan enzim RNA Polimerase. Promotor merupakan pemacu transkripsi dan syarat mutlak terjadinya transkripsi. Enzim RNA Polimerase Pada prokariotik hanya ada 1 macam RNA-Polimerase Pada eukariotik ada 3 macam RNA-Polimerase I,II,III Yang pertama Polimerase I mengkode ribosom DNA Kedua Polimerase II mengkode gen-gen yang bekerja selama transkripsi, pre m-RNA , snu-RNA, m-RNA dan sebagian kecil sn-RNA Terakhir Polimerase III mengkode t-RNA dan RNA-RNA kecil contohnya sn-RNA Terdapat tiga tahapan, yakni Inisiasi munculnya promoter sebagai akibat menempelnya RNA polimerse pada bagian DNA tertentu. Elongasi terjadi selama proses transkripsi, hingga promoter berada pada bagian akhir terminator. Terminasi berhentinya promotor men-transkrip DNA karena terminator, dan menghasilkan untaian m-RNA Di dalam satu untai DNA, terdapat banyak RNA polymerase yang mampu bekerja di sepanajng bagian tertentu, yang dapat menghasilkan m-RNA, sehingga sel mampu menghasilkan banyak protein dengan jenis yang sama dalam waktu yang singkat pula. Translasi Translasi merupakan proses penerjemahan kodon-kodon m-RNA dalam bentuk polipeptida urutan asam amino di ribosom. Penerjemahan satu kodon menghasilkan satu asam amino. Dimulai dengan penerjemahan kodon-kodon triplet dari awal sampai akhir. Tahap translasi mengikutsertakan r-RNA ribosomal RNA.Ribosom terbagi menjadi dua jenis yakni sub unit kecil yang tersusun atas satu m-RNA, sedangkan sub unit besar tersusun atas dua m-RNA dan beberapa jenis protein di dalamnya. Dua sub unit ini tidak akan menyatu selama belum terjadinya sintesis protein. Pada proses ini dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu Inisiasi, Elongasi, dan terminasi. Inisiasi Diawali dengan menempelnya ribosom unit kecil pada bagian ujung 5’ RNAd. RNAt pertama inisiatordatang membawa asam amino metionin dengan antikodon UAC pada RNAd tepat pada kodon start AUG pada posisi P. Proses pelekatan ribosom unit besar dengan ribosom unit kecil. Ribosom unit besar memiliki 3 posisi khusus pelekatan RNAt, yaitu A, P, dan E. Posisi A paling kanan sebagai temat masuknya RNAt yang membsawa asam amino. Kemudian posisi P ditengah sebagai tempat RNAt melepaskan asam amino. Sedangkan posisi E paling kiri sebagai temapt keluarnya RNAt dari ribosom. Elongasi Elongasi dimulai dengan munculnya t-RNA baru yang membawa asam amino dan anti kodon yang baru pula. Terjadi pergeseran t-RNA dengan asam amino pembuka kunci-AUG dengan t-RNA yang baru dengan anti kodon dan asam amino baru Sub unit besar memilki tiga sisi atau tempat yaitu E-site, P-site dan A-site. Jadi pergeseran dari A-site menuju ke P-site, namun pada awal pembukaan t-RNA kunci langsung menempati A-site dan bergeser hingga lepas pada bagian E-site t-RNA baru datang dan kemudian terjadi pemanjangan rangkaian asam amino yang kemudian disusun menjadi polipeptida Terminasi Polimerase melepaskan diri pada terminator kodon terminasi Protein faktor pelepas mengikatktan diri pada kodon stop. Penambahan air pada rantai polipeptida. Translasi berhenti sebab kodon stop tidak dapat mengikat suatu aminosil RNAt. Rantai polipeptida terlepas dari ribosom. Prosesnya berakhir ketika ribosom melepas mRNA dan berdisosiasi menjadi subunit 3’ dan 5’ Pembahasan Pada DNA DNA mempunyai asam nukleat yang terdiri dari polinukleotida dari unit-unit dioknuklotida yang unit-unit pembangunnya dioksinukleot. Informasi genetic ini umumnya merupakan kumpulan perintah yang mengatur sel untuk melakukan sesuatu. DNA dalam bahasa Inggris disebut deoxyribonucleic acid, sedangkan dalam bahasa Indonesia disebut dengan Asam Deoksiribosa Nukleat. Susunan kimia dari DNA ialah polimer yang dari rantai panjang nukleotida. Fungsi DNA Fungsi utama dari DNA ialah sebagai pembawa materi genetic. Namun demikian fungsi DNA sangat luas yaitu sebagai berikut Membawa materi genetika dari generasi ke generasi berikutnya Mengontrol kehidupan secara langsung maupun tidak Sebagai auto katalis atau penggandaan diri Sebagai heterokatalis atau melakukan sintetis terhadap senyawa lain Pembahasan Pada RNA RNA mempunyai asam nukleat yang terdiri dari polinukleotida dari unit-unit mononukleotida. Polimer RNA tersusun dari ikatan yang berselang-seling antara gugus fosfat satu nukleotida dengan gugus gula ribose dan nukleotida yang lain. Fungsi RNA Untuk fungsi dari RNA sebagai berikut ini. Sebagai penyimpan informasi. Sebagai perantara antara DNA dan protein dalam proses ekspresi genetik karena berlaku untuk organism hidup. Perbedaan DNA dan RNA Bagian pentosa DNA ialah ribosa, sedangkan pada bagian pentosa RNA ialah dioksiribosa. Bentuk molekul dari DNA ialah heliks ganda sedangkan pada bentuk molekul RNA yang berupa rantai tunggal yang berlipas, sehingga mirip dengan rantai gandai. RNA mengandung basa adenine, guanine dan sitosin seperti DNA tetapi RNA tidak mengandung timin yang sebagai gantinya RNA mengandung urasil. DNA berada di dalam kromosom sedangkan RNA bergantung dari jenis RNA seperti RNA duna yang terdapat di nukleus RNA p atau RNA t yang terdapat di sitoplasma sedangkan RNA r RNA ribosom terdapat di ribosom. Secara alami DNA membentuk RNA sedangkan RNA membentuk protein yang penting bagi makhluk hidup seperti membentuk otot darah, organ tubuh, hormon, enzim dan lain-lain. Demikianlah ulasan dari tentang DNA dan RNA Pengertian, Karakteristik, Perbedaan dan Pembahasan Prosesnya, semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya. Dalam kehidupan sehari-hari mungkin kita pernah mendengar istilah DNA dan RNA. DNA dan RNA memiliki pengertian dan struktur yang berbeda. Untuk lebih memahami mengenai hal tersebut, berikut ini akan diberikan beberapa perbedaan yang ada di antara Struktur DNA dan RNA. Pengertian DNA, Deoxyribose Nucleic Acid adalah asam nukleotida, biasanya dalam bentuk heliks ganda yang mengandung instruksi genetik yang menentukan perkembangan biologis dari seluruh bentuk kehidupan seringkali dirujuk sebagai molekul hereditas karena ia bertanggung jawab untuk penurunan sifat genetika dari kebanyakan ciri yang diwariskan. Pada manusia, ciri-ciri ini misalnya dari warna rambut hingga kerentanan terhadap penyakit. Selama pembelahan sel, DNA direplikasi dan dapat diteruskan ke keturunan selama reproduksi. DNA deoxyribonucleic acid atau asam deoksiribosa nukleat ADN merupakan tempat penyimpanan informasi genetik. Asam nukleat adalah polinukleotida yang terdiri dari unit-unit mononukleotida, jika unit-unit pembangunnya dioksinukleotida maka asam nukleat itu disebut dioksiribonukleatDNA dan jika terdiri dari unit-unit mononukleotida disebut asam ribonukleatRNA. Bentuk penuh DNA adalah asam deoksiribonukleat, dan dianggap sebagai blok bangunan dari segala bentuk kehidupan. Semua organisme hidup memiliki DNA dan RNA. Pada umumnya molekul RNA lebih pendek dari molekul DNA. DNA berbentuk double helix, sedangkan RNA berbentuk pita tunggal. DNA berfungsi memberikan informasi atau keterangan genetik, sedangkan fungsi RNA tergantung dari RNA d, menerima informasi genetik dari DNA, prosesnya dinamakan transkripsi, berlangsung didalam inti sel. RNA t, mengikat asam amino yang ada di sitoplasma. RNA t, mensintesa protein dengan menggunakan bahan asam amino, proses ini berlangsung di ribosom dan hasil akhir berupa polipeptida. Meskipun banyak memiliki persamaan dengan DNA, RNA memiliki perbedaan dengan DNA, antara lain yaitu Bagian pentosa RNA adalah ribosa, sedangkan bagian pentosa DNA adalah dioksiribosa. Bentuk molekul DNA adalah heliks ganda, bentuk molekul RNA berupa rantai tunggal yang terlipat, sehingga menyerupai rantai ganda. RNA mengandung basa adenin, guanin dan sitosin seperti DNA tetapi tidak mengandung timin, sebagai gantinya RNA mengandung urasil. Jumlah guanin dalam molekul RNA tidak perlu sama dengan sitosin, demikian pula jumlah adenin, tidak perlu sama dengan urasil. Beberapa perbedaan antara DNA dengan RNA sebagai berikut Komponen Gula pada DNA deoksiribosa , sedangkan RNA adalah ribosa Basa nitrogen purin β€” DNA adalah Adenin dan Guanin, pada RNA adalah Adenin dan Guanin Pirimidin β€” DNA adalah Timin dan sitosin, pada RNA adalah Urasil dan sitosin Bentuk DNA berbentuk rantai panjang , ganda, dan berpilin double heliks RNA berbentuk rantai pendek, tunggal, dan tidak berpilin Letak DNA terletak di dalam nukleus, kloroplas, mitokondria RNA terletak di dalam nukleus, sitoplasma, kloroplas, mitokondria Kadar DNA tetap RNA tidak tetap. Ukuran DNA dan RNA Pada umumnya molekul RNA lebih pendek dari molekul DNA. DNA berbentuk double helix, sedangkan RNA berbentuk pita tunggal. Meskipun demikian pada beberapa virus tanaman, RNA merupakan pita double namun tidak terpilih sebagai spiral. Struktur DNA dan RNA Baik purin ataupun pirimidin yang berkaitan dengan deoksiribosa membentuk suatu molekul yang dinamakan nukleosida atau deoksiribonukleosida yang merupakan prekursor elementer untuk sintesis merupakan suatu unsur awal pembentukan senyawa deoksiribonukleosida yang berkaitan dengan gugus tersusun dari empat jenis monomer nukleotida. Keempat basa nitrogen nukleotida di dalam DNA tidak berjumlah sama tetapi, pada setiap molekul DNA, jumlah adenin A selalu sama dengan jumlah timin T.Demikian pula jumlah guanin G dengan sitisinC selalu ini dinamakan ketentuan A selalu berpasangan dengan timin T dan membentuk dua ikatan hidrogen A=T, sedagkan sitosin C selalu berpasangan dengan guanin G dan membentuk 3 ikatan hirogen C = G. Pada tahun 1953, Frances Crick dan James Watson menemukan model molekul DNA sebagai suatu struktur heliks beruntai ganda, atau yang lebih dikenal dengan heliks ganda merupakan makromolekul polinukleotida yang tersusun atas polimer nukleotida yang berulang-ulang, tersusun rangkap, membentuk DNA haliks ganda dan berpilin ke nukleotida terdiri dari tiga gugus molekul, yaitu Gula 5 karbon 2-deoksiribosa. Gula yang menyusunnya bukan dioksiribosa, melainkan ribosa. basa nitrogen yang terdiri golongan purin yaitu adenin Adenin = A dan guanine guanine= G , serta golongan pirimidin, yaitu sitosin cytosine = C dan timin thymine= T. Basa pirimidin yang menyusunnya bukan timin seperti DNA, tetapi urasil gugus fosfat Lokasi DNA dan RNA DNA pada umumnya terdapat di kromosom, sedangkan RNA tergantung dari macamnya, yaitu RNA dRNA duta, terdapat dalam nukleus, RNA d dicetak oleh salah satu pita DNA yang berlangsung didalam nukleus. RNA pRNA pemindah atau RNA tRNA transfer, terdapat di sitoplasma. RNA rRNA ribosom, terdapat didalam ribosom. Fungsi DNA dan RNA DNA berfungsi memberikan informasi atau keterangan genetik, sedangkan fungsi RNA tergantung dari macamnya, yaitu RNA d, menerima informasi genetik dari DNA, prosesnya dinamakan transkripsi, berlangsung didalam inti sel. RNA t, mengikat asam amino yang ada di sitoplasma. RNA t, mensintesa protein dengan menggunakan bahan asam amino, proses ini berlangsung di ribosom dan hasil akhir berupa polipeptida. Pada sekelompok virus misalnya bakteriofag, RNA merupakan bahan genetik. Ia berfungsi sebagai penyimpan informasi genetik, sebagaimana DNA pada organisme hidup lain. Ketika virus ini menyerang sel hidup, RNA yang dibawanya masuk ke sitoplasma sel korban, yang kemudian ditranslasi oleh sel inang untuk menghasilkan virus-virus baru. Namun demikian, peran penting RNA terletak pada fungsinya sebagai perantar antara DNA dan protein dalam proses ekspresi genetik karena ini berlaku untuk semua organisme hidup. Dalam peran ini, RNA diproduksi sebagai salinan kode urutan basa nitrogen DNA dalam proses transkripsi. Kode urutan basa ini tersusun dalam bentuk triplet’, tiga urutan basa N, yang dikenal dengan nama kodon. Setiap kodon berelasi dengan satu asam amino atau kode untuk berhenti, monomer yang menyusun protein. Lihat ekspresi genetik untuk keterangan lebih lanjut.

apakah setiap nukleus mengandung dna atau rna