Rendahnya keselamatan pelayaran ini dapat di aklnbatkan oleh lemahnya manajemen sumber daya manusia (pendidikan, kompetensi, kondisi kerja, jam kerja) dan manajemen proses. Keselamatan merupakan
Aktivitas nelayan di laut memiliki risiko yang tinggi karena kapal penangkap ikan beroperasi mulai dari perairan yang tenang hingga perairan dengan gelombang yang sangat besar. Masalah keselamatan kerja di laut dan keselamatan kapal untuk saat ini tidak hanya menjadi perhatian pemerintah Indonesia saja, namun telah menjadi perhatian dunia.
pemberi kerja dan pekerja serta perwakilan mereka. Aturan yang sudah direvisi ini berisi panduan yang menyeluruh tentang bagaimana memperbaiki kondisi K3 di industri dan menguraikan bagaimana pemerintah, pemilik kapal, pemberi kerja, pekerja dan perwakilan mereka harus bekerjasama dalam melakukannya. Kesehatan dan Keselamatan pada pembangunan dan
TP01.004.01 PRK. TP01.006.01 PRK. TP01.008.01 PRK. TP03.002.01 Memahami sistem komunikasi Melakukan dinas jaga kapal Melakukan pencegahan dan pemadaman kebakaran Menerapkan keselamatan kesehatan kerja di atas kapal Suyanto,S.Pi.M.Pd. 13 Moh. Rifki Saputra Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Atas Kapal PRK. TP01.004.01 PRK. TP01.006.01 PRK.
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan ini mulai berlaku pada tanggal 04 Juni 2021. Mencabut: a. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1/PERMEN-KP/2017 tentang Surat Laik Operasi Kapal Perikanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 152); dan b. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10/PERMEN-KP/2019 tentang
Di kapal-kapal itu alat-alat keselamatan tidak dipelihara sehingga tiga dari empat alat keselamatan tidak berfungsi, terutama pada pelayaran penumpang dan penyeberangan. Konsep dasar keselamatan pelayaran, seperti yang disarikan dari laporan tersebut disebutkan antara lain kapal yang hendak berlayar harus berada dalam keadaan laik laut
Pekerjaan nelayan di kapal penangkap ikan merupakan pekerjaan berisiko tinggi dalam hal kecelakaan akibat kerja ataupun penyakit akibat kerja. Dalam upaya melindungi dan menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan kerja awak kapal perikanan, maka faktor keselamatan operasional kapal perikanan di laut sangatlah penting, terutama kondisi dan ketersediaan alat keselematan kapal dan kelaikannya
fAlat Keselamatan Kerja. Ada 2 macam alat-alat pelindung/keselamatan. 1) Untuk mesin-mesin. Alat sudah disediakan oleh pabrik-pabrik yang membuat. dan mengeluarkan mesin-mesin itu, misalnya kap-kap. pelindung dari motor listrik, klep-klep keamanan dari. ketel-ketel uap, pompa-pompa dan sebagainya.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan perlindungan hukum terhadap tenaga kerja di kapal atau anak buah kapal berdasarkan bentuk perlindungannya, dapat dilihat dari segi perjanjian kerja laut, jika dilihat dari perlindungan hukum tenaga kerja di laut kaitannya dengan resiko bahaya di laut maka tidak mencerminkan kepastian hukum yang pasti.
Umumnya struktur organisasi kapal di Indonesia terbagi sebagai berikut. 1. Struktur Organisasi Kapal Ahli Nautika. Suatu profesi yang diduduki sumber daya yang mengikuti jurusan pendidikan khusus. Ahli nautika haruslah orang-orang yang berkompeten dan ahli pada Departemen Dek. 2. Struktur Organisasi Kapal Ahli Tehnik.
Peraturan ini berlaku bagi awak kapal berbendera Indonesia di atas GT 500 yang berlayar di daerah pelayaran semua lautan dan kapal berbendera Indonesia yang berlayar di daerah pelayaran Indonesia dan/atau daerah pelayaran lokal dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pelayaran NCVS (Non Convention Vessel
Untuk mengendalikan keselamatan pelayaran secara international diatur dengan ketentuan – ketentuan persyaratan diantaranya, kecuali? a. Konstruksi b. Komunikasi radio c. Penerapan ISM code d. Penerapan STCW 13. Tindakan pencegahan kebakaran di ruang masak / dapur kapal di bawah ini, kecuali a.
JAKARTA, KOMPAS.com - Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia mencatat tingkat keselamatan nelayan Indonesia dalam kondisi memprihatinkan. Hal ini terlihat dari tingginya tingkat kecelakaan yang dialami kapal ikan dan perahu nelayan dalam kurun waktu 1 Desember 2020-10 Januari 2021, yakni terdapat 13 kali insiden kecelakaan di perairan
5. Keahlian Anak Buah Kapal (ABK) Untuk mewujudkan tenaga kerja yang profesional di bidang pelayaran khususnya di bidang keselamatan, maka seluruh crew yang bekerja di atas kapal memiliki keterampilan yang memenuhi persyaratan IMO dan pemerintah. Semua awak kapal harus mampu mengoperasikan dan memahami fungsi Alat-alat penolong di bawah ini : a.
Dasar Keselamatan di Laut 1. Dasar Keselamatan di Laut 2. Maintenance Mesin Kapal (Marine Machinery) Konvensi Ketenagakerjaan Maritim (Maritime Labour Convention) Collision Regulation Edition 2018 (COLREG'72) Load Line Convention. International Tonnage Measurement. Peraturan Alur Pipa dan Kabel Bawah Laut.
XBly.
keselamatan kerja di kapal